Kamis, 11 Oktober 2012

PETIKLAH SEBUAH HIKMAH WALAU SECUIL


Pemuda penjual koran setiap pagi selalu mampir di toko jam tangan. Jam tangan seharga 300rb memotivasi ia untuk bekerja. Sore hari sebelum pulang pemuda tersebut mampir ditoko jam tangan.  Jamtangan seharga 300rb memotivasi dia untuk menyisihkan uangnya 2rb setiap harinya.
Empat bulan telah berlalu. Dengan hati gembira ia pecahkan celengan.
Hatinya berbisik senang "Akhirnya terkumpul juga" dihari kamis itu juga ia bergegas ke toko jam tangan. Akhirnya terbeli juga.
Disepanjang jalan ia selalu memperhatikan jam tangan barunya. Adzan dzuhur berkumandang.Dengan bangga ia melirik jam tangannya sambil berkata"Waktunya kemasjid"Setibanya ditempat wudhu. Ia letakkan jam tangan barunya digantungan peci yang baru ia gunakan (karna ia tidak pernah pake peci)Terdengar suara Iqomah. Ia langsung bergegas menuju barisan shof awal. Dirakaat kedua, ia teringat bahwa jam tangan barunya digantungan peci. Hatinya cemas dan gelisah.
Selesai salam pemuda itu langsung menuju gantungan peci. Dzikir dan do'a yang biasa ia amalkan ditinggalkan begitu saja.Tiba digantungan peci. Ia terkejut dan panik. Jam tangan yang barusaja ia beli hilang. Ia begitu sedih dan begumam "ah... Andai saja saya tidak kemasjid. Mungkin tidak akan terjadi seperti ini". Ia terus berandai-andai hingga akhirnya dia marah dan berkata ...
Ya Allah.....
Begitu kejamnya Engkau. Mengapa Engakau ambil jam tanganku?!!?"
Dengan langkah gontai ia pulang. Di depan gerbang masjid At-Taubah seorang pengemis tua menengadahkan tangan buntungnya  dengan memelas. Pemuda itu memperhatikan tangan buntung si
pengemis. Hatinya berdesir. Ia beri semua sisa uangnya. Bibirnya
bergetar seraya berkata..
"ALHAMDULILLAH...
yaa Allah.....Engkau sudah mengambil jam tanganku bukan tanganku. Trimakasih Yaa Allah atas kebaikan kebaikan_Mu.
Dan Engkau Maha Pengampun lagi Penyayang"

 Di Kutip dari artikel Lentera Hati "Semoga Bermanfaat"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar